Nama Neymar diklaim akan segera menempel dijersey PSG, dimana klub kaya asal Prancis tersebut siap memecahkan rekor transfer termahal dunia dengan membayar klausul kontrak sang pemain sebesar 222 juta euro.

 

Kabar ini telah memunculkan reaksi pro kontra. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah bagaimana bisa Neymar memutuskan meninggalkan klub terbaik dunia macam Barcelona hanya untuk berkarir dengan klub yang notabene nya baru berkembang macam PSG?.

 

Ramon Besa selaku jurnalis dari El Pais mencoba membedah alasan Neymar sampai berani meninggalkan Barca dan mengikuti jejak Dani Alves ke Paris. Besa pun memberikan penjelasan bagaimana teori nya bisa dicermati secara bersama.

 

Dimulai pada bulan Maret lalu, kala Barcelona mencatatkan comeback terhebat dalam sejarah Liga Champions, dengan mencetak tiga gol dalam tujuh menit terakhir dan menang 6-5 secara agregat atas PSG.

 

Neymar menjadi salah satu pemain yang paling fantastik dilaga tersebut. Dia sukses mencetak dua gol, sebelum memberikan assist yang berbuah gol kemenangan oleh Sergi Roberto. Akan tetapi, Neymar mendapati rasa kecewa besar ketika keesokan harinya para media malah menyoroti foto selebrasi Lionel Messi, yang berdiri di pinggir lapangan dan menatap ke arah tribun suporter tuan rumah, bagaikan seorang dewa.

 

Dan yang membuat misteri ini terjadi adalah sikap Neymar yang belum mau mengungkapkan apa alasan meninggalkan Barca. Namun yang gencar diisukan adalah sikap Neymar yang tahan lagi berada dalam bayang-bayang Lionel Messi.

 

Neymar yang baru berusia 25 tahun diprediksi masih memiliki jalan panjang untuk meningkatkan level bermainnya dan potensi itu ada dalam diri Neymar karena dia pemain berbakat. Dengan demikian keputusan meninggalkan Barca adalah pilihan yang tepat jika ingin menjadi bintang Ballon d'Or dimasa mendatang.